PELUANG EMAS DARI EMAS HITAM

Harga minyak mentah dunia (Crude Oil WTI) yang terus jatuh sejak September 2014 membawa pertanyaan penting akan seberapa jauh harga minyak akan terus jatuh. Tercatat sejak September 2014, Crude Oil WTI tidak pernah lagi diperdagangkan diatas harga $90/barel, selama tahun 2015 diperdagangkan di rentang harga $40-$60/barel,  dan sejak Agustus 2015 diperdagangkan dibawah harga $40/barel untuk pertama kalinya semenjak tahun 2009. Terakhir, di bulan Februari 2016 harga minyak sempat menyentuh level terendah 2016 di harga $26.05/barel sebelum kembali diperdagangkan di rentang harga $30-$40/barel.

Guna mengantisipasi dan memprediksi pergerakan harga minyak kedepannya, kita perlu menganalisis penyebab penurunan luar biasa ini, dan sejauh mana harga minyak masih berpotensi turun. Untuk itu, saya coba mengajak para pembaca menelusuri poin-poin pemikiran saya sebagai berikut:

PENYEBAB TURUNNYA HARGA MINYAK

Perang Harga OPEC (Arab Saudi) dengan Perusahaan Shale Oil US

Salah satu faktor dominan berkepanjangan dari penurunan harga semenjak 2009 ini adalah perang harga yang terjadi antara negara negara OPEC (Khususnya Arab Saudi) dengan perusahaan-perusahaan Shale Oil yang mayoritas merupakan coporate besar dari Amerika Serikat.

Negara-negara OPEC enggan membagi market share dengan para pengusung teknologi shale oil yang terbukti belum efisien dan memiliki cost produksi yang jauh lebih tinggi. Tingginya harga minyak dari 2009-2014 salah satu faktor utamanya disebabkan perusahaan shale oil yang memproduksi minyak mahal ini. Memang, harga minyak yang tinggi juga sangat menguntungkan para anggota OPEC, tetapi keuntungan ini juga dibayar dengan market share para produsen Shale Oil yang semakin besar (walau berharga mahal, shale oil memang memiliki kualitas lebih baik dari crude oil konvensional). Tergerusnya pangsa pasar ini mendorong OPEC (dan khususnya Arab Saudi yang memiliki kepentingan terbesar) untuk terus meningkatkan output produksi guna menyebabkan over supply di pasar minyak dan harga kembali turun.

Penurunan harga drastis ini membawa dampak mematikan bagi perusahaan Shale Oil. Dari sejak digunakannya teknologi ini secara massal, perusahaan Shale Oil US belum bisa mengembalikan modal investasinya dan terus bertahan dalam kondisi rugi. Data kasar yang saya kumpulkan, biaya produksi para produsen shale oil ini berkisar di rentang $40-$60/barel, jauh lebih tinggi daripada OPEC yang biaya produksi para anggotanya berkisar di $10-$16/barel. Jika harga minyak cenderung bertahan dibawah $40/barel selama beberapa tahun, banyak perusahaan shale oil yang akan bangkrut dan infrastrukturnya tidak akan bisa digunakan kembali pada saat harga minyak kembali naik.

Grafik pergerakan harga minyak Juni 2012-Maret 2016
Grafik pergerakan harga minyak Juni 2012-Maret 2016

Global Economic Slowdown

Secara umum, ekonomi global terus melambat selama beberapa tahun terakhir ini dan belum menunjukkan perbaikan. Beberapa bukti yang bisa diberikan antara lain:

  1. Suku bunga rendah mendekati 0% yang diterapkan berbagai Bank Sentral besar. Dalam hal ini, bahkan Jepang telah melakukan langkah kejutan diawal tahun 2016 ini dengan menerapkan suku bunga negatif, yang ironisnya tidak menunjukkan hasil yang diharapkan (pembahasan dan peluang tersembunyi dari kebijakan ekonomi Jepang ini akan dibahas dalam artikel terpisah).
  2. Amerika Serikat walaupun diakhir tahun 2015 kemarin telah menaikkan suku bunyanya untuk pertama kalinya semenjak 2009, masih diragukan apakah benar telah pulih ekonominya atau tidak. Kenaikan suku bunga lebih lanjut di 2016 ini sementara negara-negara G7 lainnya cenderung melemahkan bisa membawa dampak merugikan bagi ekonomi US karena nilai dollar yang terlalu kuat.
  3. China sebagai ekonomi terbesar dunia untuk pertama kalinya menunjukkan perlambatan dan diakhir tahun 2015 kemarin hanya mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 7 %. Beberapa analis senior meragukan angka ini dan menduga hasil aktualnya bisa lebih buruk mengingat sistem ekonomi China yang mayoritas masih tertutup.

Perlambatan ini mendorong produksi maupun konsumsi global menurun, dan sebagai akibatnya supply minyak yang berlebih hanya bertumpuk di gudang maupun kilang produksi dan menyebabkan harga rendah.

Faktor Iran

Dicabutnya embargo minyak Iran diawal 2016 ini mendorong harga minyak yang sudah rendah semakin tertekan. Iran yang ekonominya menderita akibat perang dan embargo berketetapan untuk kembali meningkatkan output produksi minyaknya ke level sebelum embargo (sekitar 500.000 barel/hari). Kembali eksisnya Iran di bursa minyak juga menyulut persaingan pengaruh politis di kawasan timur tengah antara Arab Saudi dengan Iran. Persaingan politis ini membuat kedua produsen besar ini ogah mengalah dan menurunkan produksinya lebih dulu dibanding pesaing politisnya.

Spekulasi

Terbentuknya tren bearish pada bursa minyak endorong masuknya para spekulan yang mengincar uang panas dari tren bearish ini, baik di spot market maupun di future market.

APAKAH HARGA MINYAK SUDAH MENYENTUH HARGA TERENDAHNYA?

Oil Price Falling

Dari kajian-kajian diatas, saya berpendapat peluang terbesar adalah harga minyak mentah dunia masih cenderung diperdagangkan dibawah level $60/barel selama tahun 2016 ini. Untuk menyimpulkan apakah harga minyak sudah mencapai level terendahnya di harga $26/barel, kita perlu menggabungkan kesimpulam dari analisa fundamental yang telah dibahas diatas, analisa teknikal, maupun membaca sentimen market. Saya merasa para investor ataupun trader yang berminat memasuki pasar minya perlu mempertimbangkan 2 hal berikut:

1.Crude Oil pernah diperdagangkan dikisaran biaya produksi $16/barel selama tahun 2001

2.Crude Oil selama awal 1990-1998 diperdagangkan di level $10/barel

Memperkirakan harga minyak bisa jatuh ke kisaran $10/barel agaknya tidak terlalu realistis dan kemungkinannya mendekati  0% (ingat, saya tidak berani mengatakan kemungkinannya tepat 0%). Tapi penurunan berkelanjutan hingga ke sekitar level $16/barel masih mungkin terjadi probabilitasnya saya kira kurang dari 15%. Agaknya cukup aman saya berpendapat bahwa,”Harga minyak dunia masih sangat potensial (dalam waktu dekat ini ) untuk kembali jatuh ke kisaran harga $26-$31/barel dengan kemungkinan kecil untuk terus jatuh hingga ke area harga $16/barel.”

Mengenai sejauh mana harga minyak berada di akhir tahun 2016, saya cukup optimis untuk menyimpulkan bahwa, “Harga minyak potensial diperdagangkan di rentang $40-$50/barel pada akhir 2016, dengan kemungkinan harga pulih hingga ke $60/barel adalah kejutan menyenangkan.”

HAL-HAL YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN SAAT INI.

Rentang maupun pergerakan harga saat ini menurut saya tidak ideal untuk dimasuki dengan pendekatan trader dan lebih baik menunggu sabar dengan mengambil sikap sebagai investor. Alasan utama saya untuk mencegah melakukan trading di bursa minyak saat ini adalah tingginya faktor spekulasi dan volatiitas harga. Dalam 2 bulan terakhir ini, market oil digoyang oleh issue Freeze Production para produsen minyak yang belum menunjukkan kesepakatan apapun. Setiap kali issue freeze production berhembus , harga naik $1-$2 untuk kembali turun begitu kesepakatan tidak tercapai. Kondisi seperti ini tidak sehat dan para trader maupun spekulator menanggung resiko yang lebih besar diluar kendali mereka dengan peluang benar dan profit yang mungkin hanya sedikit lebih tinggi dari 50%.

Agaknya kita perlu menunggu hasil pertemuan antara negara produsen minya di Doha 17 April ini guna melihat apakah kesepakatan freeze production bisa tercapai atau tidak. Secara pribadi saya meragukan tercapainya kesepakatan dalam hal freeze production. Kepentingan dari OPEC saat ini jelas mencegah terjadinya hal tersebut dan pembicaraan mengenai freeze production agaknya hanya bersifat omong belaka (No Action, Talk Only). Jika kesimpulan saya ini benar, saya melihat peluang yang sangat bagus untuk beli minyak di kisaran harga $26-$31 bagi para investor maupun trader yang terlambat memasuki pasar minyak.

APAKAH PASAR MINYAK MENGUNTUNGKAN?

whats-your-plan

Jawaban dan pendapat saya adalah Ya, momentum saat ini sangat menguntungkan jika kita bersikap sebagai investor. Dengan menyiapkan ketahanan dana yang cukup, kita bisa meraih potensi keuntungan besar dalam satu tahun dengan resiko relatif kecil dan alokasi waktu yang sangat sedikit. Contoh berikut adalah gambaran real dari rencana investasi di perdagangan gulir Crude Oil WTI pada bursa berjangka dengan jangka waktu maksimal hingga 31 Desember 2016.

Dana investasi : $ 20.000/Rp 240.000.000 (jika menggunakan fixed rate $1=Rp 12.000)

Jumlah lot : 1 lot ($ 2.000, contract size 1000 barel/lot, pergerakan $1/barel setara dengan potensi loss/profit $ 1.000)

Buy Entry : antara $ 26.50-$31.50

Maximum loss : $6.50-$11.50 (dana investasi habis jika terjadi penurunan harga sebanyak $20 dari harga beli, potensi resiko kurang dari 15% harga oil jatuh dibawah $16/barel)

Potensi Profit : take profit/jual di harga $42-48/barel (potensi profit antara $10.500-$21.500, atau selisih harga jual dengan beli dikalikan $1000)

Fee : $30

Apakah potensi profit antara 51.5%-107.5% dalam waktu kurang dari satu tahun diatas realistis? Jawabannya sekali lagi adalah ya. Perdagangan di bursa berjangka bersifat high risk high return, tetapi dengan melakukan analisis yang cermat dan memanfaatkan momentum, kita bisa mengecilkan resiko hingga kurang dari 15% dengan tetap menjaga potensi profit yang tinggi (low risk high return). Yang perlu anda perhatikan hanyalah memilih perusahaan berjangka yang resmi dan memiliki track record baik serta memiliki kontrak gulir untuk bursa crude oil WTI. Jika memelukan informasi yang lebih jelas, anda bisa hubungi atau membuat janji temu dengan saya melalui email hendri.sky@gmail.com

Semoga kajian ini bermanfaat. Bless

Disclaimer: Tulisan dan analisis ini dibuat dengan tujuan yang baik dan berdasarkan data-data yang dikumpulkan penulis. Potensi keuntungan maupun kerugian yang dihasilkan dari mengikuti kesimpulan dan rekomendasi dari artikel diatas berada diluar tanggung jawab penulis. Anda diperbolehkan untuk membahas artikel ini dengan analyst maupun konsultan keuangan profesional lainnya guna pengambilan keputusan. Publikasi lebih lanjut dari artikel ini harus seijin penulis.

Advertisements

One thought on “PELUANG EMAS DARI EMAS HITAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s